Senin, 22 Februari 2010

PENYESALAN

     Penyesalan adalah suatu perasaan dimana seseorang merasa bersalah/melakukan kesalahan akan sesuatu dan ingin kembali ke masa saat ia melakukan kesalahan tersebut, dan memperbaikinya pada masa yang telah lalu tersebut. Itulah definisi penyesalan menurut saya. Menyesal adalah suatu perasaan yang benar-benar tidak nyaman dirasakan. Namun, setiap orang pasti pernah merasakan penyesalan.
     Menurut saya, penyesalan adalah perasaan yang harus kita rasakan dalam hidup kita. Mengapa? Karena dengan menyesal (bagi yang berfikir), seseorang akan berusaha menjadi lebih baik lagi, dan meminimalisasi kesalahan dalam hidupnya. Belajar dari kesalahan. Itulah yang akan seseorang perbuat, setelah ia menyesal.Rasa menyesal, adalah rasa yang wajib kita rasakan. Bukan berarti kita harus melakukan kesalahan dalam hidup kita agar menjadi lebih baik, loh. Bukan gitu.
      Biasanya, dengan menyesal (walaupun katanya menyesal belakangan tak ada guna. Padahal, tergantung orangnya juga. Kalau ia menyesal, lalu, wuzzzzh, lewat gitu aja kaya angin, itu baru tak ada guna. Namun, jika dengan menyesal, ada perubahan positif dalam dirinya, itu menurut saya hal yang bagus.
     Tapi menyesal juga jangan berlarut-larut. Istilahnya, 'jangan lebay, please'. Jangan jadikan kesalahan itu beban yang sulit, tapi jadikan itu tantangan serta uji kesabaran agar diri kita menjadi lebih baik lagi.) sesorang akan berfikir, lalu melakukan perenungan (nangis-nangis dikit, wajar laaaah...), kemudian timbullah tekad untuk menjadi lebih baik lagi. Insya'Allah, jika tekad (jangan hanya tekad! Usahanya juga, dong..) itu tidak padam oleh 'godaan', orang tersebut akan bisa mendapatkan kebaikan yang haqiqi.

Sabtu, 13 Februari 2010

NASIONALISME

     Nama     :     Amira Wulandari
     Kelas     :     1dd03
     NPM      :     36209005
     Jurusan  :     Managemen Keuangan
     Pelajaran:     Pendidikan Kewarganegaraan (Soft Skill)
     Dosen    :     Maswanih

     Nasionalisme berasal dari bahasa Inggris. berasal dari kata nation atau bangsa (yakni kumpulan manusia yang terikat oleh kesamaan budaya, wilayah, dan sejarah), dan isme atau faham (Pemahaman akan kehidupan bernegara/berbangsa secara menyeluruh). Makna Nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau menghilangkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Jadi Nasionalisme dapat diartikan:
  • Nasionalisme dalam arti sempit sering disebut dengan jingoisme serta chauvinisme (dari kedua sikap ini maka lahirlah imperialisme, yaitu tak hanya ingin mengalahkan bangsa lain, melainkan ingin menguasai wilayah dan bangsa penghuninya). Yaitu suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.
  • Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan/ paham tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan Negara yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

     Berbeda kepala, maka berbeda pula pendapatnya. Dibawah ini merupakan beberapa pendapat para ahli, maupun sumber yang saya ambil dari internet:
Ø      Menurut Kamus Popular karangan Habey B:
1. Paham kebangsaan ,yaitu yang mengikat perasaan cinta dari penduduk suatu negeri menjadi suatu bangsa dengan ikatan tidak longgar dan tidak lekang untuk mendapatkan kedudukan yang wajar dalam pergaulan sejagad,
2. Haluan bertujuan mendirikan atau memperkuat rasa kebangsaan (national bewustzijn =kesadaran nasional),
3. Semangat persatuan berdasarkan natie
Ø      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
      Nasionalisme adalah paham/ajaran untuk mencintai Bangsa dan Negara sendiri yang merupakan kesadaran keanggotaan dalam suatu Bangsa yang secara potensial atau actual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integrasi, kemakmuran, dan kekuatan Bangsa itu yang merupakan semangat Kebangsaan.
Ø      Menurut Ernest Renan:
            Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
Ø      Menurut Otto Bauar:
      Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena  perasaan senasib.
Ø      Menurut Hans Kohn:
      Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
Ø      Menurut L. Stoddard:
      Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
Ø      Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:
1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.
2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
3. Hasrat untuk mencapai keaslian.
4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.
Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:
a. memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan,
b. memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan,
c. memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama,
d. menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah, dan
e. teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.
Ø      Menurut Louis Sneyder:
      Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.

      Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.


Makna Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Pancasila
     Pada prinsipnya nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
     Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
  1. menempatkan persatuan – kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan,
  2. menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara,
  3. bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri,
  4. mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa,
  5. menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia,
  6. mengembangkan sikap tenggang rasa,
  7. tidak semena-mena terhadap orang lain,
  8. gemar melakukan kegiatan kemanusiaan,
  9. senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,
  10. berani membela kebenaran dan keadilan,
  11. merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia, dan
  12. menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

     Kalau dicermati,definisi Nasionalisme ada unsur penting yang kait mengait ,tidak bisa dipisahkan oleh tafsir sepihak.Unsur-unsur ini adalah Kebangsaan,Persatuan,Cinta Tanah Air dan Mengharumkan Bangsa Dimata Dunia.
     Dengan membaca definisi jelas sekali nasionalisme tidak sebatas dalam bentuk hafal lagu wajib,upacara bendera maupun kegiatan Pramuka.Kegiatan tersebut tampaknya hanya bagian ujud Nasionalisme.Apalagi bila Nasionalisme diklaim semangat sebagai “milik” generasi pendahulu ataupun aparatur negara, ini malah “lepas”/tidak ada hubungan dengan definisi sama sekali.


Bentuk-Bentuk Nasionalisme

  1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudulk Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial").
  2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").
  3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.
  4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme.
  5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Franquisme sayap-kanan di Spanyol, serta sikap 'Jacobin' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika. Secara sistematis, bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, Catalan, dan Corsica.
  6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
      Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada abad ke-18, nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.

      Suatu negara kebangsaan akan menjadi kuat bila timbul nafsu untuk mengembangkan negaranya. Nafsu untuk berkuasa itu mendorong negara tersebut memperkuat angkatan perang. Bila telah merasa diri mereka kuat, maka berbagai alasan dicari-cari sehingga bisa timbul penjajahan yang sesungguhnya. Semangat dan nafsu untuk berkuasa atas bangsa lain ini merupakan salah satu sebab adanya kolonialisme dan imperialisme.

Jumat, 22 Januari 2010

UPSS… ADA YANG KELUAR



Saat maghrib datang, apa sih yang kamu lakukan? Buat yang muslim, pasti salat maghrib. Tapi sebelumnya harus wudhu dulu. Kalo dirumahku biasanya yang duluan wudhu adalah adik-adikku. Mereka selalu berebutan. Aku sendiri, selalu wudhu paling terakhir. Coz, aku takut…ehhemm, tau kan , sesuatu yang keluar dari pebuangan terakhir makanan dalam tubuh kita?. Nah, itu dia. Daripada batal, mendingan ambil antrian paling akhir. Walaupun mengambil wudhu secara antri, aku dan adik-adikku lebih suka salat sendiri-sendiri. Soalnya kalau berjamaah, jatohnya malah bercanda. Abisnya, gak ada yang jadi imamnya (laki-laki), sih.
Antrian wudhu dimulai dari adikku yang pertama, lalu adikku yang kedua. Saat mereka wudhu, aku memilih untuk minum terlebih dahulu. Supaya aku tidak batuk-batuk. Maklum, asmaku sedang kumat. Setelah itu, aku baru ambil air wudhu. Saat itu adikku yang paling kecil sudah memulai rakaat pertama. Namun, adikku yang kedua malah sedang bicara sendiri dengan keringat dingin yang keluar dari dahinya, aduh, jangan sekarang, dong. Aduh, gimana, nih??? Aduh, jangan dulu, dong… kata-kata itu dia ucapkan berkali-kali sambil memegang perutnya dan tubuh yang tak bisa diam. Adikku yang paling kecil sampai tertawa kecil saat dia sedang sujud diRakaat kedua. Mungkin jika tidak sedang salat dia akan tertawa terbahak-bahak. Karena saat tahiyat awalpun, dia masih tersenyum geli, menahan tawanya. Aku yang sedang wudhupun, sampai tak khusuk, karena tertawa. Jadi, aku mengulang wudhuku. Sampai akhirnya…tuuuuut…tuuut…ppsssst…tuuuut… Ups, bunyi itupun akhirnya terdengar dan keluar juga. Aku dan adikku yang paling kecil tak tahan mendengarnya. Untung saja adikku yang paling kecil itu sudah selesai salat. Kalau tidak, pasti dia harus mengulangnya lagi. Sedangkan aku sendiri, kembali membatalkan wudhuku, karena kali ini aku benar-benar geli dibuatnya. Ada kali 5 menit kami tertawa. Setelah sedikit reda, aku kembali mengulang wudhuku. Namun adikku yang membuang gas tadi, mengetuk-ngetuk pintu kamarmandiku, sambil mengatakan, teh, cepetan!! Udah gak tahan, nih!! Udah di ujung!! Aku tersenyum geli mendengarnya. Tapi… ah! tidak! Tidak lagi! Kali ini aku harus menuntaskan wudhuku dengan sempurna. Teteh mah, sengaja ngelama-lamain! Adikku terus mengeluh. Akhirnya wudhuku selesai dengan baik. Pintu kamarmandi langsung ku buka kuncinya, dan… jebret!!! Adikku masuk kamar mandi dengan cepat, dan menyuruhku keluar dengan segera. Spontan aku langsung keluar dengan cepat. Gak tega juga sih, liat wajahnya yang tengah pucat itu. Saat pintu kamar mandi dia banting dan kunci, terdengar suara yang pasti membuat orang yang sedang makan menjadi tidak berselera. Hhhm, dasar adikku. Ada-ada ajah. Setelah kira-kira aku tidak geli lagi, aku memilih pergi keruangan atas, tepatnnya dikamarku untuk melaksanakan salat maghrib.
Hari itu, benar-benar hari yang lucu, sekaligus jorok. Walaupun sedikit kesal karena salatku jadi gak on time, tapi yaudahlah. Walaupun menyebalkan, tapi mereka tetap adik-adikku yang paling aku sayangi…

Rabu, 20 Januari 2010

Tokoh Kartun Pertama

"Siapa tokoh kartun populer pertama?". Walt Disney's Mickey Mouse, yang diciptakan pada tahun 1927. itulah yang mungkin terbenak dalam kepala kita. Namun, sebelum Mickey datang Bonzo the Dog dan Felix the Cat, dan sebelumnya masih ada Ally Sloper dan Max dan Moritz (baik dari tahun 1860-an), Brown, Jones dan Robinson Punch (tahun 1850-an) dan Honoré Daumier's Ratapoil (1830-an). Namun, sekarang telah diakui bahwa karakter kartun ini adalah tokoh popular yang pertama kali. Karakter kartun ini diciptakan pada tahun 1809 (lebih dari satu abad sebelum Mickey Mouse). Seorang kurus dan tua eksentrik pendeta/ guru sekolah, ia sangat sukses, pemijahan banyak peniru dan bahkan menciptakan pasar untuk pertama kalinya dasi-di barang dagangan. Namanya Dr Syntax dan ia adalah ciptaan seniman terkemuka Inggris yang mungkin lebih dikenal karena topografi cat air, potret dan kartun politik: Thomas Rowlandson (1757-1827).

Rowlandson lahir pada 13 Juli 1757, di Old Yahudi, dekat Bank of England di Kota London, anak tertua dari pedagang wol dan sutera yang dinyatakan meninggal ketika Thomas berusia dua. Ia dan adiknya Elizabeth dibesarkan oleh pamannya yang tidak mempunyai anak. James, penenun sutra yang makmur, dan istri Huguenot Perancis Jane. Setelah kematian pamannya bibi Thomas menjual bisnis dan pindah ke Soho. Di sini Thomas masuk ke sekolah Akademi Soho terkenal di Soho Square, di mana yang bersekolah disini termasuk putra Edmund Burke Richard, Henry Angelo (anak dari keluarga kerajaan anggar master) dan masa depan aktor-manajer John Bannister.

Pada usia lima belas Rowlandson diterima Royal Academy Sekolah (kemudian di Somerset House) dan dianugerahi medali perak RA pada tahun 1777. Seorang teman dekat James Gillray, ia mula-mula dipengaruhi oleh karya pelukis, penggores dan ahli karikatur John Hamilton Mortimer (1740-79) dan mulai memproduksi cetakan sosial dan politik pada tahun 1780. Dia telah sukses besar pertamanya pada usia dua puluh delapan dengan 'Vauxhall Gardens' (dipamerkan di Royal Academy pada tahun 1784) dan karikatur dari Westminster protagonis dalam pemilu yang diselenggarakan pada tahun yang sama.

Pada akhir tahun 1790-an Rowlandson mulai bekerja dengan kelahiran Jerman printseller, penerbit dan seni-dealer Rudolph Ackermann, yang berbasis di 101 Strand - salah satu bangunan pertama di London yang akan diterangi oleh gas. Dia dengan cepat menjadi bintang penerbit artis dan dengan demikian ketika Ackermann memutuskan untuk meluncurkan sebuah jurnal bulanan yang baru, yang puitis Majalah, pada tahun 1809 ia menoleh ke Rowlandson untuk ide-ide untuk sebuah cerita serial dalam ayat dengan ilustrasi warna.

Rowlandson sudah bermain-main dengan ide kegemaran lampooning terbaru untuk buku-buku dari 'indah' perjalanan. Yang paling terkenal di antaranya oleh kepala sekolah dan pendeta Rev William Gilpin (1724-1804), yang mengenai dirinya sketsa perjalanan di Britania diterbitkan dari 1782 dan seterusnya yang sangat populer dan pada tahun 1808 baru saja diterbitkan kembali. Dipengaruhi oleh Gilpin dan para pengikutnya, kelas baru 'estetika' wisatawan telah muncul yang mencari pastoral dan gothic lanskap, menghancurkan benteng-benteng dan dramatis pemandangan di bagian-bagian yang lebih kasar dari Britania. Untuk mereka Rowlandson target yang sempurna satire.

Dr Sintaks, seperti Gilpin seorang pendeta / guru sekolah, semula dipahami sebagai seorang pria gemuk, berdasarkan salah satu pelanggan kaya Rowlandson, 24-batu 'berjalan penyu'. Akan tetapi, John Bannister menyarankan agar ini, menunjukkan bukan 'kulit dan tulang pahlawan, seorang pencuri tua sok pintar dalam sekop topi dengan kuda poni'. Ackermann sangat senang dengan gambar-gambar awal dan terlibat penyair dan wartawan William Combe untuk menghasilkan ayat-ayat untuk menemani mereka. Hasilnya adalah "The Jagoan Sekolah Tur ', yang ditulis dalam bait-bait berima, yang dimulai pada edisi peluncuran Majalah yang puitis pada tanggal 1 Mei 1809, dan terus bulanan hingga 1 Mei 1811.


(Artikel ini saya ambil dari www.historytoday.com)

Senin, 18 Januari 2010

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)


A. Pengertian
Pernyataan ilmiah harus mencakup beberapa hal. Diantaranya yaitu:
1. Pengidentifikasian orang yang membuat pernyataan tersebut (yang kita ambil),
2. Pengidentifikasian media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu disampaikan/dimuat,
3. Pengidentifikasian lembaga penerbitan publikasi ilmiah, dan tempatnya. Jika tidak melalui tulisan/ketikan (media), misalnya dalam bentuk seminar, maka yang harus disebutkan adalah tempat, waktu, dan lembaga yang mengadakan kegiatan tersebut.

B. Fungsi
Untuk pemenuhan kode etik yang berlaku sebagai penghargaan karya orang lain,


C. Cara Penulisan

1. Penomoran
Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggunakan angka Arab (1, 2, dan
seterusnya)dibelakang bagian yang diberi catatan kaki, agak keatas sedikit, beri spasi tanpa memberikan tanda baca, nomor itu berurut setiap halaman , bab, serta seluruh tulisannya.

2. Penempatan
Catatan kaki dicantumkan pada kaki halaman karangan atau disetiap kaki bab halaman.

3. Jika kita ingin membuat catatan kaki menggunakan komputer, klik insert-reference, lalu klik footnote/endnote. Gunakanlah alinea menjorok.

4. catatan kaki dipergunakan sebagai:
a. Pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang dicantumkan
didalam teks atau sebagai petunjuk sumber,
b. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan, tetapi tidak relevan jika dimasukkan ke dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan,
c. Referensi silang (petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan),
d. Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.

D. Susunannya
Penyusunan catatan kaki dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini:

____________________________________
1Nama belakang penulis, Judul Buku (Tempat:Penerbit,Tahun), halaman.
2Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Surat Kabar, Tanggal, Bulan, Tahun, Halaman.
3Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Majalah, Edisi/Nomor, halaman, Tempat.
4Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Antologi dan Penulis (Tempat:Penerbit, Tahun), Halaman.
5Nama belakang penulis, “Judul Makalah”, Data Publikasi, Halaman.
6Nama belakang penulis, “Judul Laporan Tugas Akhir” (Tempat: Nama Perguruan Tinggi, Tahun), Halaman.
7Nama belakang penulis, “Judul Skripsi/Tesis/Disertasi” (Tempat: Nama Perguruan Tinggi/Lembaga, Tahun), Halaman.
8Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Alamat Website Internet.


Keterangan:
(-) Data Publikasi:
a. Jumlah jilid (kalau ada),
b. Kota penerbitan (diikuti titik dua),
c. Nama penerbit (diikuti koma), dan
d. Tahun penerbitan (tanda kurung).
(-) Antologi adalah kumpulan karangan.
(-) Untuk penomoran catatan kaki (pada komputer) gunakan superscript pada
toolbar formating.


E. Catatan Kaki Singkat
Adalah cara praktis yang dapat kita gunakan untuk mengutip lebih dari satu kali penggunaan sumber yang sama. Ada tiga istilah dalam catatan kaki singkat. Yaitu, sbb.:
a. Ibid (singkatan dari ibidum) adalah sama dengan diatas. Digunakan jika sumbernya sama dengan catatan kaki yang diatas. Cara penulisannya yaitu ditulis dibawah sumber bacaan yang sama.
b. Loc. cit. (singkatan dari loco citati) adalah tempat yang telah dikutip. Digunakan jika sumber bacaan sama, namun telah diselingi oleh sumber bacaan lain. Cara penulisannya: nama belakang pengarang, loc.cit. (tanpa nomor halaman).
c. Op. cit. (singkatan dari opere citati) adalah karya yang telah dikutip. Digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi halamannya berbeda dan telah disisipi catatan kaki lain dari sumber yang berbeda. Penulisannya: nama belakang pengarang, op. cit., nomor halaman.
Penulisan tiga istilah diatas menggunakan huruf kecil (karena berupa singkatan ungkapan umum) dan ditulis menggunakan huruf miring (karena berupa istilah asing).

Jumat, 15 Januari 2010

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)



A. Pengertian Daftar Pustaka
Menurut Gorys Keraf (1997:213), daftar pustaka/ bibliografi ialah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Dan, menurut Ninik M. kuntaro (2007:195), daftar pustaka ialah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karangan ilmiah. Kita memerlukan pendapat-pendapat para ahli atau tulisan-tulisan dari beberapa artikel atau buku untuk dijadikan sebagai referensi dari makalah/tulisan/skripsi yang ingin kita buat. Referensi ini kemudian harus dibuat dalam suatu halaman akhir yang disebut daftar pustaka.
Melalui daftar pustaka, para pembaca dapat mengatahui sumber dari makalah/tulisan yang kita buat. Mereka juga dapat mengukur kedalaman bahasan masalah, serta dapat memperluas pengetahuannya dengan berbagai referensi tersebut.

B. Fungsi Daftar Pustaka
Seperti yang tertera diatas, bibliografi dapat menambah pengetahuan para pembaca. Karena, dalam daftar pustaka terdapat kelengkapan tentang sumber yang diambil dalam penulisan suatu tulisan tersebut. Bibliografi dapat memberikan deskripsi yang penting mengenai buku, majalah, serta surat kabar tsb. secara keseluruhan.
Bibliografi dapat menjadi pelengkap dari catatan kaki, karena pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang referensi tersebut dalam daftar pustaka.

C. Unsur-Unsur Daftar Pustaka



DAFTAR PUSTAKA

Penulis.Tahun.Judul Buku.Tampat:Penerbit.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Nama Surat Kabar.Tanggal.Tempat.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Nama Majalah.Edisi/Nomor(angka Romawi)/Tanggal.Tempat.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Nama Antologi.Tampat:Penerbit.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Alamat Website.
Penulis.Tahun. “Judul Makalah”.Data Publikasi.Tempat.
Penulis.Tahun. “Judul Laporan Tugas Akhir”.Laporan.Tempat:Nama Perguruan Tinggi.
“Judul Skripsi/Tesis/Disertasi”.Bentuk Karangan.Tempat:Nama Perguruan Tinggi.





Keterangan:
a. Nama pengarang dikutip secara lengkap,
b. Judul Buku ditulis bersamaan dengan judul tambahannya (contoh: Bahasa Inggris:Cara Cepat Lancar Berbahasa Inggris 1),
c. Data Publikasi: penerbit, tempat penerbit, tahun terbit, cetakan keberapa,nomor jilid, dan tebal halaman sumber tersebut.

Bagi pemula, menulis bibliografi cukup menulis daftar pustaka dari buku-buku yang benar-benar penting. Namun bila bibliografinya cukup panjang, dapat membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, dsb. Serta dapat pula membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang diambil:buku-buku/referansi dasar, bibliografi khusus, dan bibliografi pelengkap.
Untuk penulisan karangan yang tidak terlalu panjang, bibliografi dapat ditulis pada akhir halaman. Namun jika karangannya sangat tebal, dan setiap bab cukup banyak bahan-bahan referensinya, maka bibliografi dapat diusahakan ditulis dalam setiap bab (ini memungkinkan sebuah karya dapat disebut berulangkali pada bab-bab berikutnya).

D. Cara Membuat Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka banyak ragamnya. Dibawa ini adalah penulisan daftar pustaka secara lazim dalam penulisan ilmiah:
a. Tajuk daftar pustaka menggunakan huruf kapital dibagian tengah atas,
b. Gunakan alinea menggantung/menonjol,
c. Jarak spasi antarbaris dalam satu sumber adalah satu spasi, sedangkan jarak antarsumber adalah satu setengah spasi,
d. Urutan susunan daftar berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis, atau nama lembaga yang menerbitkan sumber bacaan tersebut,
e. Gelar tidak dicantumkan,
f. Bila tidak ada pengarang, maka judul buku/artikel yang dimasukkan sedalam urutan alfabet,
g. Jika seorang pengarang terdapat lebih dari satu referensi, maka untuk yang selanjutnya nama pengarang diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketukan,
h. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dst., dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketukan. (Gorys Keraf, 1997:222).

E. Macam-Macam Bibliografi

a. Buku-buku dasar : Buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap penulis.
b. Buku-buku khusus : Buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap penulis.
c. Buku-buku pelengkap : Buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.

F. Keterangan Lain tentang Daftar Pustaka

a. Penulis
Jika nama pengarang terdiri dari tiga unsur, seperti Guruh Ilhamdi Rachman, cara menulis dalam bibliografinya adalah Rachman, Guruh Ilhamdi, dan tidak boleh diubah-ubah.
Jika tidak ada nama penulis, maka cantumkanlah nama lembaga penerbitan buku, atau surat kabar/majalah tersebut (contoh: Pusat Pembina dan Pengembangan Bahasa.2005.Kamus Istilah Ekonomi.Jakarta.).

b. Tahun
Penulisan tahun terbit ditulis sebelum titik dan setelah nama penulis. Untuk yang mengambil sumber dan tahun terbit yang sama, tulis huruf (a) jika tahun terbitnya lebih dahulu dan tulislah (b), (c), dan seterusnya dibelakang tahun terbit selanjutnya/terakhir. Penulisan huruf dibelakang bertujuan untuk mempermudah perujukan dalam innote.
Jika pengarang dan sumber bacaannya sama, namun tahun yang berbeda, urutkan berdasarkan tahun terbit dimulai dari tahun yang terdahulu.
Jika sumber tidak dicantumkan tahun terbit, tulislah frase tanpa tahun dan akhiri dengan titik.

c. Judul
Untuk penulisan buku, surat kabar, majalah, antologi, dan website, menggunakan huruf miring (untuk computer), atau huruf tegak dengan garis bawah (untuk mesin tik dan tulis tangan). Sedangkan, judul artikel, makalah, laporan tugas akhir, skripsi, dan disertasi, ditulis dengan menggunakan tanda petik (“…”).





Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Saya mengharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki serta melengkapi artikel ini. Saya mengambil sumber dari buku Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berfikir.2007. karangan bu ninik, dan buku dari Universitas Gunadarma.

Selasa, 05 Januari 2010

sulit

terlalu banyak kata yang terucap...
terlalu banyak...
terlalu banyak luka yang terbuat...
telah banyak...

sutra itu terlalu lembut tuk disentuh...
sulit bagi tangan tuk menjamah...
tak boleh ternoda oleh lumpur...
tak pantas...

itu bukan air terjun!
itu bukan ombak di tengah lautan!
itu bukan!!!

Tak pernah mata air terlihat keruh...
tak mungkin...
tetap saja jernih...
tetap saja...

Sabtu, 02 Januari 2010

Aku (hitam-putihku)

Ku bukanlah layang-layang yang dapat kau atur arah terbangku
Ku bukanlah barbie yang dapat kau atur ceritaku
Ku bukanlah mobil-mobilan yang dapat kau atur arah tujuku
Ku hidup atas tuanku, yang menginginkan ku

Aku bukanlah bintang yang selalu benderang
Akupun bukanlah mata air, yang selalu jernih
Aku adalah aku, dengan hitam dan putihku

Kamis, 31 Desember 2009

Hilang

Putih... tercermin saat kau didekatku
Mengalirkan harapan dan impian disisiku
Menebarkan bahagia disekelilingku
Tertulis semua kata-kata manis didunia

Gelap kini kulihat dirimu
Tersundut api emosi
Semua luntur, hilang tak berarti
Puisipun terhapus, dari lembaran suci

Dia telah berubah
Putih yang terang, menjadi hitam yang kelam
Lilin-lilin kecil disekitarmu, padam oleh nafasmu
Dimatamu, hanya kebohongan yang merajai

(dibuat waktu SMP. Sekarang aku sudah tidak bikin puisi lagi. Udah males. hehe.harap maklum ya, kalau jelek...)

Rabu, 30 Desember 2009

Tenang

Citraan di jiwa, menampakkan cerita…
Merengkuh hati, yang merekah…
Meratakan benci yang tersisa…
Diragaku, takkan terenggut indahmu…
Disini, tersimpan kemilau…
Kemilau kasihmu…
Kemilau sayangmu…
Kemilau cintamu…
Terpejam sejenak mata ini…
Menarik hawa, yang terasa…
Hempaskan beban, yang tersimpan…
Menampakkan kejora, yang benderang…

Jumat, 25 Desember 2009

Facebook menurut saya

Kini banyak sekali media silaturahim secara mudah, tanpa harus berjumpa secara langsung dengan orang yang ingin dijumpai. Seperti Frendster, twiter, dan yang akan penulis bahas sekarang ini, yaitu facebook. Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg,awalnya hanya untuk linkungan sendiri dimana digunakan untuk komunikasi antar mahasiswa lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya.
Tetapi karena para mahasiswa tersebut mempunyai teman lain dan mengajak teman teman nya juga bergabung sehingga anggotanya hampir seluruh mahasiswa sedunia
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook.Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serika, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.
Yup, itulah sekilas tantang sejarang facebook. Seperti yang tertera diatas, facebook adalah ajang untuk bersilaturahim antarmanusia, dan saling bertukar informasi. Adapula yang menggunakannya untuk berbisnis. Biasanya pebisnis itu menggunakan keluasan jaringan facebook untuk mendapatkan banyak costumers, dengan permulaan sebagai teman facebook. Mereka akan mempromosikan baraang/jasa yang mereka jual kapada teman maya mereka, dengan mengedarkan foto barang/jasa yang mereka jual. Adapula yang menjadikannya ajang pencari jodoh. Terkadang mereka yang tidak percayadiri akan menampilkan fotonya dengan gambar animasi/artis. Adapula yang menjadikannya sebagai ajang mencari relasi. Banyak sekali kegunaan positif dari facebook.
Disamping itu, facebookpun akan menjadi negatif jika disalah gunakan. Ada beberapa efek yang buruk yang tanpa sadar sudah menjadi penyakit beberapa para facebookers. Mereka diantaranya ada yng menjadi malas bekerja/belajar karena kecanduan facebook. Rasanya tak bisa sehari saja tanpa itu. Sehingga terkadang tugas terpentingpun tertinggal. ada pula beberapa pasangan yang akhirnya berpisah dikarenakan salah satu diantara mereka telah memiliki ‘teman spesial’ lain di dunia maya tersebut. Atau mungkin mengikuti kuis-kuis yang ada hubungannya dengan ramalan (padahal jelas diagama saya itu diharamkan). Yap, intinya segala sesuatu yang walaupun tadinya dibuat untuk hal positif, akan menjadi negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena, akan menimbulkan efek yang buruk, yang sulit dihilangkan, yaitu MALAS.
Sungguh sayang jika media yang awalnya dibuat untuk yang yang positif, malah menjadi negative hanya karena usernya.

Orang Tua Selalu Benar???


“kenapa sih selalu gini? gak adil!........”, pernahkah anda berkata seperti itu, atau perkataan "Demo" lainnya yang anda ucapkan kepada orang tua anda? Lalu apakah yang orang tua anda katakan? Beberapa diantaranya mungkin akan mengakui kesalahannya, dan meminta maaf. Itu bagi orang tua yang bijak. Namun, adapula yang mengatakan, “Udah deh kamu, gak usah sok tahu……”. Ada Entah apa yang mereka fikirkan. Mungkin ada rasa bersalah atau malu dibalik rasa marah karena kritikan itu. Usia yang lebih dewasa dan menganggap kita anaknya itulah, yang membuat mereka bertindak seperti itu.
Pernahkah anda mendengar “sesalah salahnya orangtua, itu masih benar”? Jadi apapun yang orangtua anda katakan itu adalah benar. Yah, sebagian besar memang benar. Namun terkadang ada beberapa perkataan dan tingkahlaku orangtua yang memang tak pantas kita tiru. Sebaiknya memang kita mengingatkan mereka. Namun tidak dengan cara memaksa, atau cara yang kurang baik. Ingat, dengan siapa kita berbicara! Orang yang lebih tua dari kita, yang sudah merawat kita dari kecil. Jadi, bicaralah dengan sopan dan santun. Mungkin, awalnya mereka akan sedikit marah, namun mereka perlahan akan mengerti. Bicaralah sesekali, jangan berkali-kali. Jika memang benar-benar sulit, hanya do’a yang bisa membantu. Insya’Allah mereka akan menjadi lebih baik. Jadi terjawab sudah pertanyaan yang menjadi judul artikel ini. Menurut saya, orang tua seringkali berkata benar. Terutama ibu. Namun, terkadang mereka melakukan kesalahan yang harus diralat. Karena mereka hanyalah manusia biasa. Walaupun terkadang orangtua berbuat salah, bukan berarti kita sebagai anak bisa menghina mereka. Karena tanpa mereka, kita tidak akan ada…

Sabtu, 19 Desember 2009

PENANTIAN

PENANTIAN


Katanya, disini aku hanya menunggu. Entah sampai kapan. Namun ada yang mengatakan aku akan menunggu sampai ada sebuah cahaya yang datang. Sebuah cahaya, menuju dunia baru. Ada yang bilang dunia baru itu adalah dunia yang penuh dengan kotoran, dan makhluk-makhluk yang sulit. Jarang sekali ada yang mempunyai cahaya seorang calon tempat muliaNYA Ya Allah, aku takut… aku takut bertemu dengan mereka. Aku masih ingin disini, dengan makhluk-makhlukMu yang belum ternoda… sungguh indahnya ditempat ini. Dan yang terpenting, aku dapat dekat denganMu… tak seperti orang-orang diSana… sangat berat perjuangan yang harus mereka tempuh… belum lagi bisikan makhluk-makhluk laknat itu… TIDAK!!! AKU TAK MAU!!!
Suasana disini sangat menyenangkan. Tak ada bau busuk yang tercium. Hanya terdengar puja-puji kepadaNYA yang ku dengar. Aku, cinta tempat ini… namun… Oh, tidak!!! Ada yang menarikku kesuatu tempat… tempat ini nyaman… aku merasakan cinta yang tulus didalam sini. Aku dimana? Suara apa ini?? Inikah yang mereka bilang degup jantung? Tidak mungkin! Aku tak mau meninggalkan tempat indah itu! Aku tak mau ketempat kotor itu!!! Ya Allah, kumohon jangan jaukan aku dari Mu… betapa besarnya cintaku kepadaMu. Tak ingin aku jauh dariMu. Aku menangis sekuatnya. Hatiku hancur. Aku tak ingin jauh dariNYA. aku takut tak dapat kembali lagi ketempat indah itu. Tak lama, ada suara indah yang terdengar. Suara itu bicara padaku… “Tenanglah, kamu tak usah takut. Allah akan selalu disisimu, selama kamu mau berusaha. Janganlah kamu takut. Akan ada bidadari yang seanatiasa akan menjagamu, memberimu kehangatan, dan mencintaimu dengan tulus.”, aku tetap sedih. Aku tak mau jauh dariNYA. namun aku ingin bertemu bidadari itu. Benarkah?? Ia akan menjagaku? Suara itu kembali bicara, “Ia adalah orang yang selalu ada untukmu. Mencintaimu, lebih dari dirinya sendiri. Ia akan mengorbankan apapun untukmu. Walau akan tiba masa dimana kau akan bersama yang lain, namun cintanya tak kan pernah putus untukmu.”. Subhanallah, Allah menciptakan makhluk seindah itu untukku. Semoga Allah selalu bersamanya dan mencintainya seperti ia mencintaiku. Namun, siapakah bidadari yang mulia itu? Suara itu kembali menjawab, “Ia adalah ibumu. Bidadari yang selalu menjagamu. Selalu ada untukmu. dengan itu, maukah kau bertemu dengannya??”. Aku ingin.. aku ingin bertemu dengan bidadari itu. Aku akan menyayanginya, layaknya ia yang menyayangiku. Namun… beratnya hati ini untuk meninggalkan taman abadi itu. Tapi kata suara indah itu, aku akan kembali kesini jika aku bisa melawan makhluk yang dilaknat Allah, turunnya Nabi Adam. Aku pasti bisa!!! Setelah itu suara tersebut memberitahukan takdirku. Jodohku, hidupku, matiku… semuanya ditentukan. Selanjutnya aku hanyalah menunggu, dengan perasaan penasaran akan bidadari cantik itu, dan sedih akan kepergianku dari taman abadi itu…
Masya’Allah, sudah berapa lama aku disini? Lama sekali. Belaian bidadari dan laki-laki itulah yang menjadi obatku. Belaian yang penuh dengan kasihsayang. Ya Allah, janganlah kau biarkanku mengkhianati mereka. Taklama aku terguncang. Tempat ini bergerak. Apa yang terjadi??? Ya Allah, sepertinya orang ini sedang berusaha… berusaha mengeluarkan aku. Bidadari ini ingin melihatku. Ia berjuang dengan mempertaruhkan nyawanya untukku. Hingga akhirnaya tangisku memecahkan keheningan. Subhanallah, bidadari ini sangat cantik. Ibuku sangat cantik. Begitu pula pasangan ibuku. Aku tak tahu namanya, namun aku akan mencintainya pula. Mereka begitu menyayangiku. Namun… oh, siapa orang ini? Jangan!! Jangan kamu bawa aku pergi dari ibuku!!! JANGAN!!! Aku menangis, dan terus menangis. Sampai tiba saat aku dikembalikan kepada ibuku. Wanita tadi hanya membasuhku yang penuh dengan darah ibuku. Ibu… akhirnya aku kembali kedalam peluknya. Aah, sungguh hangat… aku bahagia berada disini. Puji syukurku kepadaMu, Ya Allah. Jagalah kedua orang tuaku, layaknya mereka menjagaku… kedua pasang manusia mulia itu memelukku dengan hangat, dan menciumku dengan penuh cinta. Diberikannya aku air susu dari ibuku… kini, penantianku pun terhenti sejenak… terhenti, ditempat yang hangat. Ditempat, yang aman…didalam hangatnya cinta ibuku… cinta keluargaku… hingga akhirnya nanti aku harus menanti lagi, malaikat yang kembali menjemputku… menanti hari pembalasan…

Senin, 14 Desember 2009

Posisi Tengah


Posisi Tengah



Posisi tengah… Hhm, bisa dibilang itu posisi yang tepat dan aman. Misalnya dalam hal menyontek, posisi ditengah adalah posisi yang dianggap tempat paling strategis. Lalu, dalam hal absensi. Kenapa??? Mungkin menurut anda, absen akhirlah, yang paling aman. Jadi, waktu untuk menghafal sangat banyak. Ah, tidak juga. Terkadang guru/dosen lebih suka mengurutkan siswanya dari yang paling akhir. Jadi, posisi tengahlah, yang paling tepat. Dibilang duluan tidak, dibilang terakhir juga tidak (kecuali jika memilihnya secara acak). Lalu bagaimana jika kita berada diposisi ‘tengah’, saat dua orang terdakat kita sedang berselisih??? Hal itulah yang akan saya bahas…
Penengah… beeh, kesannya malaikat banget gitu ya. Gimana tidak, si ’tengah’ ini harus menjadi air dari dua api yang sedang panas-panasnya. Beraaaaaaaaaat. Terkadang kita malah salah sikap. Niat baik, malah dianggap buruk. Atau malah kita suka salah dengar. Sehingga, informasi yang kita ketahui, malah salah. Misalnya si anne, adalah sahabat kita. Begitu juga dengan finda. Tiba-tiba mereka bermasalah dengan alasan tertentu. Santi sebagai sahabat mereka berdua, merasa tidak nyama akan keadaan tersebut. Akhirnya dia ingin membantu membuat dua sahabatnya rukun kembali. Niat baiknya pun, ditanggapi negatif. Dia mendapatkan informasi yang seharusnya tidak dia beritahu kapada anne. Dan akhirnya Finda merasa marah kepada Santi, karena cerita negative tentang anne yang Finda ceritakan adalah salah. Niat ingin menegur Anne (karena Anne lah, yang saat itu dekat dengan Santi), karena dalam cerita Finda, Anne yang bersalah, malah menjadi hal buruk bagi Santi.
Dari cerita tersebut dapat disimpulkan, bahwa menjadi seorang penengah dari dua orang itu adalah hal yang baik, sekaligus sulit. Namun yang terbaik adalah, cukup menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik tanpa ngotot, dan tanpa ikut campur dalam masalah tersebut (Kecuali, orang yang bersangkutan telah menyakiti kita). Jadilah teman, sekaligus penengah yang baik, agar semua orang merasa nyaman berada didekat kita.

Selasa, 01 Desember 2009

Perbedaan Krisis Moneter dengan Krisis Keuangan

Nama : Amira Wulandari

Npm. : 36209005

Kelas : 1DD03

Jurusan : Managemen Keuangan

Dosen : Sugito Martodiwiryo

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Menurut saya, krisis moneter dan krisis keuangan memiliki arti pengertian yang hampir sama. Yaitu ketidakseimbangan ekonomi suatu negara yang mengakibatkan merosotnya nilai mata uang. Dampaknya meliputi, banyaknya pegawai yang dikeluarkan dari pekerjaannya (PHK), banyaknya barang yang tidak laku karena harga barang yang mahal yang disebabkan oleh depresiasi dan inflasi.

Walaupun krisis moneter dan krisis keuangan memiliki inti pengertian yang hamper sama, namun diantara keduanya memiliki perbedaan. Krisis moneter adalah anjloknya perekonomian suatu Negara yang disebabkan oleh hancurnya system pemerintahan yang berdampak besar bagi Negara. Banyak anak-anak yang putus sekolah, kenaikan barang dan jasa yang melonjak dengan pesat, melonjaknya nilai mata uang, semua itu mengakibatkan timbulnya kemiskinan dan kelaparan. Bias dibilang krisis moneter memberikan dampak yang menyeluruh bagi seluruh Negara. Sedangkan, kisis keuangan hamper sama dampaknya seperti krisis moneter, namun, hanya memberikan dampak negatif pada perekonomian Negara saja.

Jadi, perbedaan krisis ekonomi dengan krisis keuangan ialah terdapat pada segi regional. Krisis ekonomi memberikan dampak negatif pada sistem pemerintahan, juga system perekonomian. Sedangkan, krisis keuangan hanya memberikan dampak negatif pada sistem perekonomian.

Sekian agrumen yang dapat saya berikan. Kurang lebihnya saya memohon maaf.

PARAGRAF ATAU ALINEA

Nama : Amira Wulandari

Npm. : 36209005

Kelas : 1DD03

Jurusan : Managemen Keuangan

Dosen : Sugito Martodiwiryo




PARAGRAF ATAU ALINEA




A. PENGERTIAN PARAGRAF

1. Definisi paragraf

Paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.

a. Unsur-unsur paragraf:

1. kalimat topik atau kalimat utama,

2. kalimat pengembang atau kalimat penjelas,

3. kalimat penegas,

4. kalimat, klausa, prosa dan penghubung

b. Fungsi utama paragraf:

1. untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru,

2. sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya,

3. sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.

B. PERSYARATAN PARAGRAF YANG BAIK

1. Kepaduan Paragraf

Untuk mencapai kepaduan, langkah-langkah yang harus ditempuh adalah kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian menjadi logis dan padu. Ada dua jenis kata Penghubung, yaitu:

a. Kata Penghubung Intrakalimat, dan

Kata yang menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Contoh: karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika, maka, dll.

b. Kata Penghubung Antarkalimat

Kata yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Contoh: Yakni oleh karena itu, jadi, kemudian, namun, selanjutnya, bahkan, dll.

2. Kesatuan Paragraf

Adalah tiap paragraf mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf disebut paragraf deduktif, dan jika diletakkan di akhir kalimat disebut paragraf induktif.

Ciri-ciri pembuatan kalimat utama:

1. Kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang dapat diperinci. Contoh: Rara Andhari adalah istri yang soleha, kalimat ini dapat dijelaskan lebih lanjut apa saja yang membuktikan bahwa Rara Andhari adalah seorang istri yang soleha.

2. Dapat dibuat lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung.

3. Kelengkapan Paragraf

Sebuah paragraf yang lengkap terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjuk pokok pikiran/ kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh, dll.. Kalimat penjelas berarti apabila dihubungkan dengan kalimat-kalimat di dalam paragraf, lalu kalimat penjelas sering memerlukan kalimat penghubung. Kelengkapan paragraf berhubungan dengan cara mengembangkan paragraf.

C. PENGEMBANGAN PARAGRAF

Paragraf dapat dikembangkan dengan cara sbb.:

1. Cara Pertentangan

Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi, dan bertolak belakang dari.

2. Cara Perbandingan

Biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi,sedangkan, dan sementara itu.

3. Cara Analogi

Adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan. Analogi dilakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti dan bagaikan.

4. Cara Contoh-contoh

Kata seperti, misalnya, contohnya, dll, adalah ungkapan-ungkapan dalam pengembangan dalam mengembangan paragraf dengan contoh.

5. Cara Sebab-Akibat

Pengembangan paragraf dengan cara sebab akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, dari segi penyebab maupun akibat. Ungkapan yang digunakan yaitu padahal, akibatnya, oleh karena itu, dan karena.

6. Cara Definisi

Adalah, yaitu, ialah, merupakan adalah kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan paragraf dengan cara definisi. Kata adalah jika ada sesuatu yang didefinisikan dengan kata benda, yaitu digunakan saat mendefinisikan kata sifat/kerja.

Ialah digunakan untuk menjelaskan sinonim suatu hal, merupakan digunakan untuk mendefinisikan pengertian rupa/ wujud.

7. Cara Klasifikasi

Adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-kata/ ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, dan mengklasifikasi.