Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 April 2010

Teori Pola A & Pola B (Chris Argyris)


  • Teori pola A
    Beranggapan bahwa setiap orang atau individu tidak punya perasaan, tidak terbuka, suka menolak eksperimen dan tidak mau menolong orang lain
  • Teori pola B
    Beranggapan bahwa setiap orang memiliki perasaan, ada tenggang rasa, bersifat terbuka, mau melakukan eksperimen dan mau menolong orang lain.
 
  • Argyris menyatakan walaupun pola A sama dengan teori X, dan pola B sama dengan teori Y. Namun tidak selalu demikian. Dalam keadaan tertentu pola A bisa berhubungan dengan teori Y, pola B bisa berhubungan dengan teori X, dengan cara demikian dapat timbul manajer-2 yang memiliki kombinasi XA, XB atau YA dan YB.
 
     Tenaga kerja harus dipelihara sebaik-baiknya, harus saling menguntungkan
kedua belah pihak, Baik perusahaan maupun tenaga kerja itu sendiri.

     diunggah dari : jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10936/P2.

     Teori ini merupakan pengembangan dari teori X dan Y, beliau juga menambahkan ada perbedaan antara sikap dgn perilaku pada diri seseorang. Ada 7 perubahan yang terjadi dalam kepribadian seseorang saat ia berkembang ke kedewasaan, yaitu diantaranya sebagai berikut:
  1. Seseorang itu akan bergerak dari suatu keadaan pasif sebagai anak-anak ke suatu keadaan yang bertambah aktifitasnya sebagai orang dewasa,
  2. Seseorang akan berkembang dari suatu keadaan yang tergantung kepada orang lain kesuatu keadaan yang relatif merdeka sebagai orang dewasa,
  3. Seseorang hanya bertindak sedikit dalam cara sebagai anak-anak, tetapi sebagai orang dewasa ia akan mampu bertindak dengan berbagai cara,
  4. Seseorang itu mempunyai minat yang tidak menentu, kebetulan, dan tidak begitu mendalam dan kuat minatnya sebagai orang dewasa,
  5. Perspektif waktu bagi anak-anak adalah singkat hanya melibatkan waktu kini, tetapi sebagai orang dewasa maka perspektif waktunya akan bertambah menjangkau masa lalu dan masa yang akan datang,
  6. Seorang sebagai anak-anak, ia berada dibawah pengendalian setiap orang (subordinary to everyone),
  7. Sebagai anak-anak, seseorang kurang kesadaran akan dirinya, tetapi sebagai orang yang sudah matang ia tak hanya sadar, tetapi mampu untuk mengendalikan dirinya.

Teori Organisasi Klasik

    B.1. Fayol (1841 - 1925) :
           Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :
           1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.
           2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.
           3. Financial ; kegiatan pembelanjaan.
           4. Security ; kegiatan menjaga keamanan.
           5. Accountancy ; kegiatan akuntansi
           6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :
                                - Planning ; kegiatan perencanaan<>
                                - Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan
                                - Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
                                - Commanding ; kegiatan pengarahann
                                - Controlling ;  kegiatan penngawasaan
           Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah :
           - Pembagian kerja
           - Asas wewenang dan tanggungjawab<>
           - Disiplin
           - Kesatuan perintah
           - Kesatuan arah
           - Asas kepentingan umum
>
           - Pemberian janji yang wajar
           - Pemusatan wewenang
           - Rantai berkala
           - Asas keteraturan
           - Asas keadilan
           - Kestabilan masa jabatan
           - Inisiatif
           - Asas kesatuan
    B.2.  James D. Mooney :
           Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah :
           a. Koordinasi
           b. Prinsip skala
           c. Prinsip fungsional
           d. Prinsip staf

C. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 - 1950)
    Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan
    mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk
    menunjang tingkat produktifitas kerja.
    Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem
    sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya
    bisa lebih tinggi.

D. Teori Behavioral Science :
    D.1. Abraham maslow
          Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan
          dinamika proses motivasi.
    D.2. Douglas Mc Gregor
           Dengan teori X dan teori Y.
    D.3. Frederich Herzberg
           Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
     D.4. Robert Blake dan Jane Mouton
           Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.
    D.5. Rensis Likert
           Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem
           manajemen.
     D.6. Fred Fiedler
           Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.
    D.7. Chris Argyris
           Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.
     D.8. Edgar Schein
           Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.
    Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang,
    perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.


diunggah dari : http://blog.unsri.ac.id/aryonugroho/teori-organisasi-klasik/sr/761/

Jumat, 23 April 2010

Blake Mouton Managerial Grid

  • Country Club Leadership => karyawan banyak/tinggi, produksi rendah
 Gaya kepemimpinan yang paling khawatir tentang kebutuhan dan perasaan anggota/timnya. Tipe ini beroperasi berdasarkan asumsi bahwa selama anggota tim bahagia dan aman kemudian mereka akan bekerja keras. Namun hasilnya adalah lingkungan kerja yang sangat santai dan menyenangkan tetapi produksinya lemah karena kurangnya kendali dan arah.

  • Produce or Perish Leadership (memproduksi dan mati kepemimpinan) => produksi tinggi/karyawan rendah
Disebut juga sebagai pemimpin otoriter atau kepatuhan, orang-orang dalam kategori ini percaya bahwa karyawan hanya sebuah sarana untuk mencapai tujuan. Kebutuhan karyawan selalu dinomorduakan (sekunder) dengan kebutuhan untuk tempat kerja efesien dan produktif. Jenis kepemimpinan ini sangat otokratis, mempunyai peraturan kerja yang ketat, kebijakan & prosedur, dan pandangan hukuman sebagai cara yang paling efektif untuk memotivasi karyawan.


  • Impoverished Leadership (miskin kepemimpinan) => rendah produksi/ rendah karyawan
Pemimpin ini sebagian besar efektif. Dia tidak memiliki kaitan yang tinggi untuk menciptakan sistem untuk mendapatkan pekerjaan, atau untuk menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan dan memotivasi. Hasilnya adalah tempat disorganisasi, ketidakpuasan, dan ketidakharmonisan.


  • Middle Of The Road (jalan tengah) => produksi sedang/ karyawan sedang
Gaya ini merupakan titik keseimbangan antara produksi dengan karyawan. Mungkin pada awalnya tampak kompromi yang ideal. Disinilah letak masalahnya, meskipun ketika anda berkompromi anda perlu memberikan sedikit perhatian dari masing-masing sehingga baik produksi maupun kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pemimpin yang menggunakan gaya ini puas akan kinerja rata-rata dan seringkali percaya bahwa ini adalah yang paling setiap orang bisa harapkan.


  • Team Leadership (tim kepemimpinan) => karyawan tinggi/ produksi tinggi
Ini adalah puncak dari gaya manajerial. Para pemimpin ini memenuhi kepentingan kebutuhan produksi dan kebutuhan karyawan yang sama tinggi. Dasar pemikiran disini adalah bahwa karyawan yang terlibat dalam memahami tujuan organisasi dan menentukan kebutuhan produksi. Ketika karyawan berkomitmen, dan memiliki andil dalam keberhasilan organisasi, kebutuhan mereka, dan kebutuhan produksi terpenuhi secara bersamaan. Ini menciptakan sebuah lingkungan tim didasarkan pada kepercayaan dan rasa hormat yang mengarah pada kepuasan dan motivasi tinggi, dan akan menghasilkan produksi yang tinggi.


sumber :  http://www.mindtools.com/pages/article/newLDR_73.htm

WAWASAN NUSANTARA


Faktor dan Latar Belakang Terjadinya Wawasan Nusantara :
Indonesia adalah negara kepulauan yang berarti Indonesia terdiri dari pulau-pulau. Hal ini juga memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa yang mempunyai bahasa yang berbeda-beda, kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda, kepercayaan yang berbeda, kesenian, ilmu pengetahuan, mata pencaharian dan cara berpikir yang berbeda-beda. Berkat kekuasaan kerajaan Majapahit dan penjajahan Belanda Indonesia mulai bersatu. Untuk menjadi sebuah negara yang merdeka Indonesia harus mempunyai wilayah, penduduk dan pemerintah. Semua warga daerah di kepulauan nusantara yang dijajah Belanda setuju untuk bersatu dan membentuk sebuah negara kesatuan melalui sumpah pemuda. Agar Indonesia dapat merdeka Indonesia harus memiliki keinginan bersama. Setelah Indonesia merdeka tentu Indonesia harus mempertahankan kesatuan negara yang sdah diperjuangkan dengan darah. Oleh karena itu Indonesia harus puya cara pandang Bangsa Indonesia yang sama terhadap negara Indonesia.
Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan yang berdasarkan Pancasila dengan semua aspek kehidupan yang beragam disebut Wawasan Nusantara. Wawasan nusantara dibentuk dan dijiwai oleh geopol. geopol adalah ilmu pengelolaan negara yang menitikberatkan pada keadaan geografis. Geopol selalu berkaitan dengan kekuasaan an kekuatan yang mengangkat paham atau mempertahankan paham yang idanut oleh suatu bangsa atau negara demi menjaga persatuan dan kesatuan.
A. Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

B. Isi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara mencakup :
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti :
a. Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
b. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.
c. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.
d. Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
e. Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
f. Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional.
g. Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.
2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti :
a. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.
b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.
c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti :
a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.
b. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai – nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.
4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan, dalam arti :
a. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
b. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

Masih Tentang Wawasan Nusantara
Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia. Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana ia memandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara pandang itu biasa dinamakan wawasan nasional. Sebagai contoh, Inggris dengan pandangan nasionalnya berbunyi: “Britain rules the waves”. Ini berarti tanah Inggris bukan hanya sebatas pulaunya, tetapi juga lautnya.
Tetapi cukup banyak juga negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti: Thailand, Perancis, Myanmar dan sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalah wawasan nusantara yang disingkat Wanus. Wanus ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu. Unsur-unsur dasar wasantara itu ialah: wadah (contour atau organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wasantara itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang:
  • Satu kesatuan wilayah
  • Satu kesatuan bangsa
  • Satu kesatuan budaya
  • Satu kesatuan ekonomi
  • Satu kesatuan hankam.
Jelaslah disini bahwa Wanus adalah pengejawantahan falsafah Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara Republik Indonesia. Kelengkapan dan keutuhan pelaksanaan Wanus akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasional Indonesia yang senantiasa harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman. Ketahanan nasional itu akan dapat meningkat jika ada pembangunan yang meningkat, dalam “koridor” Wanus.
Konsep geopolitik dan geostrategi
Bila diperhatikan lebih jauh kepulauan Indonesia yang duapertiga wilayahnya adalah laut membentang ke utara dengan pusatnya di pulau Jawa membentuk gambaran kipas. Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. , sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritim adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman.

sumber dari :
http://syadiashare.com/wawasan-nusantara.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara

Sabtu, 13 Februari 2010

NASIONALISME

     Nama     :     Amira Wulandari
     Kelas     :     1dd03
     NPM      :     36209005
     Jurusan  :     Managemen Keuangan
     Pelajaran:     Pendidikan Kewarganegaraan (Soft Skill)
     Dosen    :     Maswanih

     Nasionalisme berasal dari bahasa Inggris. berasal dari kata nation atau bangsa (yakni kumpulan manusia yang terikat oleh kesamaan budaya, wilayah, dan sejarah), dan isme atau faham (Pemahaman akan kehidupan bernegara/berbangsa secara menyeluruh). Makna Nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau menghilangkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Jadi Nasionalisme dapat diartikan:
  • Nasionalisme dalam arti sempit sering disebut dengan jingoisme serta chauvinisme (dari kedua sikap ini maka lahirlah imperialisme, yaitu tak hanya ingin mengalahkan bangsa lain, melainkan ingin menguasai wilayah dan bangsa penghuninya). Yaitu suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.
  • Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan/ paham tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan Negara yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

     Berbeda kepala, maka berbeda pula pendapatnya. Dibawah ini merupakan beberapa pendapat para ahli, maupun sumber yang saya ambil dari internet:
Ø      Menurut Kamus Popular karangan Habey B:
1. Paham kebangsaan ,yaitu yang mengikat perasaan cinta dari penduduk suatu negeri menjadi suatu bangsa dengan ikatan tidak longgar dan tidak lekang untuk mendapatkan kedudukan yang wajar dalam pergaulan sejagad,
2. Haluan bertujuan mendirikan atau memperkuat rasa kebangsaan (national bewustzijn =kesadaran nasional),
3. Semangat persatuan berdasarkan natie
Ø      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
      Nasionalisme adalah paham/ajaran untuk mencintai Bangsa dan Negara sendiri yang merupakan kesadaran keanggotaan dalam suatu Bangsa yang secara potensial atau actual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integrasi, kemakmuran, dan kekuatan Bangsa itu yang merupakan semangat Kebangsaan.
Ø      Menurut Ernest Renan:
            Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
Ø      Menurut Otto Bauar:
      Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena  perasaan senasib.
Ø      Menurut Hans Kohn:
      Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
Ø      Menurut L. Stoddard:
      Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
Ø      Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:
1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.
2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
3. Hasrat untuk mencapai keaslian.
4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.
Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:
a. memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan,
b. memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan,
c. memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama,
d. menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah, dan
e. teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.
Ø      Menurut Louis Sneyder:
      Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.

      Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.


Makna Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Pancasila
     Pada prinsipnya nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
     Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
  1. menempatkan persatuan – kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan,
  2. menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara,
  3. bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri,
  4. mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa,
  5. menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia,
  6. mengembangkan sikap tenggang rasa,
  7. tidak semena-mena terhadap orang lain,
  8. gemar melakukan kegiatan kemanusiaan,
  9. senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,
  10. berani membela kebenaran dan keadilan,
  11. merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia, dan
  12. menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

     Kalau dicermati,definisi Nasionalisme ada unsur penting yang kait mengait ,tidak bisa dipisahkan oleh tafsir sepihak.Unsur-unsur ini adalah Kebangsaan,Persatuan,Cinta Tanah Air dan Mengharumkan Bangsa Dimata Dunia.
     Dengan membaca definisi jelas sekali nasionalisme tidak sebatas dalam bentuk hafal lagu wajib,upacara bendera maupun kegiatan Pramuka.Kegiatan tersebut tampaknya hanya bagian ujud Nasionalisme.Apalagi bila Nasionalisme diklaim semangat sebagai “milik” generasi pendahulu ataupun aparatur negara, ini malah “lepas”/tidak ada hubungan dengan definisi sama sekali.


Bentuk-Bentuk Nasionalisme

  1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudulk Du Contract Sociale (atau dalam Bahasa Indonesia "Mengenai Kontrak Sosial").
  2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").
  3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan etnis Jerman.
  4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat Tionghoa yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan Manchu serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara Tiongkok. Kesediaan dinasti Qing untuk menggunakan adat istiadat Tionghoa membuktikan keutuhan budaya Tionghoa. Malah banyak rakyat Taiwan menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak RRC karena pemerintahan RRT berpaham komunisme.
  5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, Franquisme sayap-kanan di Spanyol, serta sikap 'Jacobin' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri Perancis, seperti juga nasionalisme masyarakat Belgia, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis Basque atau Korsika. Secara sistematis, bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme Kurdi, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Spanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, Catalan, dan Corsica.
  6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
      Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada abad ke-18, nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama Protestan. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan teologi semata-mata. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya budaya Irlandia. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.

      Suatu negara kebangsaan akan menjadi kuat bila timbul nafsu untuk mengembangkan negaranya. Nafsu untuk berkuasa itu mendorong negara tersebut memperkuat angkatan perang. Bila telah merasa diri mereka kuat, maka berbagai alasan dicari-cari sehingga bisa timbul penjajahan yang sesungguhnya. Semangat dan nafsu untuk berkuasa atas bangsa lain ini merupakan salah satu sebab adanya kolonialisme dan imperialisme.

Senin, 18 Januari 2010

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)


A. Pengertian
Pernyataan ilmiah harus mencakup beberapa hal. Diantaranya yaitu:
1. Pengidentifikasian orang yang membuat pernyataan tersebut (yang kita ambil),
2. Pengidentifikasian media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu disampaikan/dimuat,
3. Pengidentifikasian lembaga penerbitan publikasi ilmiah, dan tempatnya. Jika tidak melalui tulisan/ketikan (media), misalnya dalam bentuk seminar, maka yang harus disebutkan adalah tempat, waktu, dan lembaga yang mengadakan kegiatan tersebut.

B. Fungsi
Untuk pemenuhan kode etik yang berlaku sebagai penghargaan karya orang lain,


C. Cara Penulisan

1. Penomoran
Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggunakan angka Arab (1, 2, dan
seterusnya)dibelakang bagian yang diberi catatan kaki, agak keatas sedikit, beri spasi tanpa memberikan tanda baca, nomor itu berurut setiap halaman , bab, serta seluruh tulisannya.

2. Penempatan
Catatan kaki dicantumkan pada kaki halaman karangan atau disetiap kaki bab halaman.

3. Jika kita ingin membuat catatan kaki menggunakan komputer, klik insert-reference, lalu klik footnote/endnote. Gunakanlah alinea menjorok.

4. catatan kaki dipergunakan sebagai:
a. Pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang dicantumkan
didalam teks atau sebagai petunjuk sumber,
b. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan, tetapi tidak relevan jika dimasukkan ke dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan,
c. Referensi silang (petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan),
d. Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.

D. Susunannya
Penyusunan catatan kaki dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini:

____________________________________
1Nama belakang penulis, Judul Buku (Tempat:Penerbit,Tahun), halaman.
2Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Surat Kabar, Tanggal, Bulan, Tahun, Halaman.
3Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Majalah, Edisi/Nomor, halaman, Tempat.
4Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Antologi dan Penulis (Tempat:Penerbit, Tahun), Halaman.
5Nama belakang penulis, “Judul Makalah”, Data Publikasi, Halaman.
6Nama belakang penulis, “Judul Laporan Tugas Akhir” (Tempat: Nama Perguruan Tinggi, Tahun), Halaman.
7Nama belakang penulis, “Judul Skripsi/Tesis/Disertasi” (Tempat: Nama Perguruan Tinggi/Lembaga, Tahun), Halaman.
8Nama belakang penulis, “Judul Artikel”, dalam Alamat Website Internet.


Keterangan:
(-) Data Publikasi:
a. Jumlah jilid (kalau ada),
b. Kota penerbitan (diikuti titik dua),
c. Nama penerbit (diikuti koma), dan
d. Tahun penerbitan (tanda kurung).
(-) Antologi adalah kumpulan karangan.
(-) Untuk penomoran catatan kaki (pada komputer) gunakan superscript pada
toolbar formating.


E. Catatan Kaki Singkat
Adalah cara praktis yang dapat kita gunakan untuk mengutip lebih dari satu kali penggunaan sumber yang sama. Ada tiga istilah dalam catatan kaki singkat. Yaitu, sbb.:
a. Ibid (singkatan dari ibidum) adalah sama dengan diatas. Digunakan jika sumbernya sama dengan catatan kaki yang diatas. Cara penulisannya yaitu ditulis dibawah sumber bacaan yang sama.
b. Loc. cit. (singkatan dari loco citati) adalah tempat yang telah dikutip. Digunakan jika sumber bacaan sama, namun telah diselingi oleh sumber bacaan lain. Cara penulisannya: nama belakang pengarang, loc.cit. (tanpa nomor halaman).
c. Op. cit. (singkatan dari opere citati) adalah karya yang telah dikutip. Digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi halamannya berbeda dan telah disisipi catatan kaki lain dari sumber yang berbeda. Penulisannya: nama belakang pengarang, op. cit., nomor halaman.
Penulisan tiga istilah diatas menggunakan huruf kecil (karena berupa singkatan ungkapan umum) dan ditulis menggunakan huruf miring (karena berupa istilah asing).

Jumat, 15 Januari 2010

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)

DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)



A. Pengertian Daftar Pustaka
Menurut Gorys Keraf (1997:213), daftar pustaka/ bibliografi ialah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Dan, menurut Ninik M. kuntaro (2007:195), daftar pustaka ialah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karangan ilmiah. Kita memerlukan pendapat-pendapat para ahli atau tulisan-tulisan dari beberapa artikel atau buku untuk dijadikan sebagai referensi dari makalah/tulisan/skripsi yang ingin kita buat. Referensi ini kemudian harus dibuat dalam suatu halaman akhir yang disebut daftar pustaka.
Melalui daftar pustaka, para pembaca dapat mengatahui sumber dari makalah/tulisan yang kita buat. Mereka juga dapat mengukur kedalaman bahasan masalah, serta dapat memperluas pengetahuannya dengan berbagai referensi tersebut.

B. Fungsi Daftar Pustaka
Seperti yang tertera diatas, bibliografi dapat menambah pengetahuan para pembaca. Karena, dalam daftar pustaka terdapat kelengkapan tentang sumber yang diambil dalam penulisan suatu tulisan tersebut. Bibliografi dapat memberikan deskripsi yang penting mengenai buku, majalah, serta surat kabar tsb. secara keseluruhan.
Bibliografi dapat menjadi pelengkap dari catatan kaki, karena pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang referensi tersebut dalam daftar pustaka.

C. Unsur-Unsur Daftar Pustaka



DAFTAR PUSTAKA

Penulis.Tahun.Judul Buku.Tampat:Penerbit.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Nama Surat Kabar.Tanggal.Tempat.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Nama Majalah.Edisi/Nomor(angka Romawi)/Tanggal.Tempat.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Nama Antologi.Tampat:Penerbit.
Penulis.Tahun.“Judul Artikel”.Dalam Alamat Website.
Penulis.Tahun. “Judul Makalah”.Data Publikasi.Tempat.
Penulis.Tahun. “Judul Laporan Tugas Akhir”.Laporan.Tempat:Nama Perguruan Tinggi.
“Judul Skripsi/Tesis/Disertasi”.Bentuk Karangan.Tempat:Nama Perguruan Tinggi.





Keterangan:
a. Nama pengarang dikutip secara lengkap,
b. Judul Buku ditulis bersamaan dengan judul tambahannya (contoh: Bahasa Inggris:Cara Cepat Lancar Berbahasa Inggris 1),
c. Data Publikasi: penerbit, tempat penerbit, tahun terbit, cetakan keberapa,nomor jilid, dan tebal halaman sumber tersebut.

Bagi pemula, menulis bibliografi cukup menulis daftar pustaka dari buku-buku yang benar-benar penting. Namun bila bibliografinya cukup panjang, dapat membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, dsb. Serta dapat pula membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang diambil:buku-buku/referansi dasar, bibliografi khusus, dan bibliografi pelengkap.
Untuk penulisan karangan yang tidak terlalu panjang, bibliografi dapat ditulis pada akhir halaman. Namun jika karangannya sangat tebal, dan setiap bab cukup banyak bahan-bahan referensinya, maka bibliografi dapat diusahakan ditulis dalam setiap bab (ini memungkinkan sebuah karya dapat disebut berulangkali pada bab-bab berikutnya).

D. Cara Membuat Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka banyak ragamnya. Dibawa ini adalah penulisan daftar pustaka secara lazim dalam penulisan ilmiah:
a. Tajuk daftar pustaka menggunakan huruf kapital dibagian tengah atas,
b. Gunakan alinea menggantung/menonjol,
c. Jarak spasi antarbaris dalam satu sumber adalah satu spasi, sedangkan jarak antarsumber adalah satu setengah spasi,
d. Urutan susunan daftar berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis, atau nama lembaga yang menerbitkan sumber bacaan tersebut,
e. Gelar tidak dicantumkan,
f. Bila tidak ada pengarang, maka judul buku/artikel yang dimasukkan sedalam urutan alfabet,
g. Jika seorang pengarang terdapat lebih dari satu referensi, maka untuk yang selanjutnya nama pengarang diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketukan,
h. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dst., dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketukan. (Gorys Keraf, 1997:222).

E. Macam-Macam Bibliografi

a. Buku-buku dasar : Buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap penulis.
b. Buku-buku khusus : Buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap penulis.
c. Buku-buku pelengkap : Buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.

F. Keterangan Lain tentang Daftar Pustaka

a. Penulis
Jika nama pengarang terdiri dari tiga unsur, seperti Guruh Ilhamdi Rachman, cara menulis dalam bibliografinya adalah Rachman, Guruh Ilhamdi, dan tidak boleh diubah-ubah.
Jika tidak ada nama penulis, maka cantumkanlah nama lembaga penerbitan buku, atau surat kabar/majalah tersebut (contoh: Pusat Pembina dan Pengembangan Bahasa.2005.Kamus Istilah Ekonomi.Jakarta.).

b. Tahun
Penulisan tahun terbit ditulis sebelum titik dan setelah nama penulis. Untuk yang mengambil sumber dan tahun terbit yang sama, tulis huruf (a) jika tahun terbitnya lebih dahulu dan tulislah (b), (c), dan seterusnya dibelakang tahun terbit selanjutnya/terakhir. Penulisan huruf dibelakang bertujuan untuk mempermudah perujukan dalam innote.
Jika pengarang dan sumber bacaannya sama, namun tahun yang berbeda, urutkan berdasarkan tahun terbit dimulai dari tahun yang terdahulu.
Jika sumber tidak dicantumkan tahun terbit, tulislah frase tanpa tahun dan akhiri dengan titik.

c. Judul
Untuk penulisan buku, surat kabar, majalah, antologi, dan website, menggunakan huruf miring (untuk computer), atau huruf tegak dengan garis bawah (untuk mesin tik dan tulis tangan). Sedangkan, judul artikel, makalah, laporan tugas akhir, skripsi, dan disertasi, ditulis dengan menggunakan tanda petik (“…”).





Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Saya mengharapkan kritik dan saran untuk memperbaiki serta melengkapi artikel ini. Saya mengambil sumber dari buku Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berfikir.2007. karangan bu ninik, dan buku dari Universitas Gunadarma.